Jawa Timur siap menjadi Provinsi Industri Agro Pasca Panen pada tahun 2016.

 
17 December 2015 | PPID
 

 

Jatim Newsroom,
Jawa Timur menyatakan siap menjadi Provinsi Industri Agro Pasca Panen pada tahun 2016. Untuk mencapai itu, Pemprov Jatim telah menyiapkan dana kredit Rp 1,7 triliun bagi petani dengan bunga maksimal 10 persen/tahun.
Demikian ditegaskan Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo saat Pembukaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jatim yang dilaksanakan di GOR Lembu Peteng Tulungagung, Selasa (24/11).
Dikatakan Pakde Karwo, dana sebesar itu oleh Pemprov Jatim diambilkan melalui dari dana rencana pelaksanaan Pilgub 2018 dan dana pembangunan tahun 2016. Dana tersebut dikreditkan kepada petani pasca panen dengan bunga maksimal 10 persen/tahun. Artinya, agunan dan asuransi menggunakan Jamkrida. Bunga ini jauh lebih murah daripada bunga bank thitil yang mencapai 120 persen atau bahasa jawanya ngerolasi.
"Saya kira bunga maksimal 10 persen, tapi diupayakan bisa 8 - 9 persen tergantung perjuangan dari  masing masing daerah," ujarnya. Untuk proses selanjutnya, pemerintah kabupaten dan kota agar segera membentuk  Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pemerintah yang berfungsi untuk mendata by name dan by address petaninya yang membutuhkan modal. "Kita harus punya bersama. Bahwa hari depan kita lebih baik, bisa asal sungguh sungguh. Darahnya petani adalah uang, fisiknya adalah lahan pertanian. Karena itu, ada kredit untuk petani sebagai darahnya biar tetap sehat. Saya pesen, jangan mau ada ijon dan jauhi bank thitil," tambah Pakde Karwo.
Menurut pakde, selama ini petani jika sudah selesai panen selalu dililit utang di bank thitil, sehingga hasil panen selalu dijual basah dan murah agar segera dapat uang dan segera bayar utang. Karena itu, perlu ada terobosan agar petani tetap sejahtera dan ada uang pasca panen dan pemberian kredit pasca panen merupakan salah satu upaya yang dilakukan.
"Kentang jadi kripik kentang, pisang jadi kripik pisang. Ini namanya industri primer dan petani menjadi sejahtera," ucapnya.
Dikatakan Pakde Karwo, 35 persen dari 38 juta penduduk Jatim merupakan petani. Dengan jumlah petani itu, Jatim merupakan provinsi penyangga pertanian nasional.
Tahun 2014, padi Jatim naik dari 12,3 juta ton menjadi 13,05 juta ton atau surplus 600 ribu ton lebih. Ini perkembangan cukup bagus, sementara padi di luar Provinsi Jatim anjlok. Jatim semakin hebat, karena petani Jatim tidak hanya bekerja untuk kepentingan pangan sendiri  tapi juga menolong masyarakat banyak.

 

 

Terbaru

 

 

Layanan Informasi Publik

PERORANGAN

Pemohon informasi yang adalah orang perseorangan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan persyaratan melampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

ENTRY FORM

KELOMPOK / ORGANISASI

Pemohon informasi yang adalah lembaga berbadan hukum Indonesia dengan persyaratan melampirkan akta pendirian yang telah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia / Pengadilan Negeri.

ENTRY FORM