BIRO ADMINISTRASI & SUMBER DAYA ALAM
SETDA PROVINSI JAWA TIMUR

Visi Misi

1.  Visidan Misi Biro Administrasi Sumber Daya Alam

2.1 Visi

Visi merupakan cara pandang ke depan mencerminkan cita dan citra yang ingin diwujudkan suatu organisasi berdasarkan analisa lingkungan organisasi dengan dilandasi oleh kondisi dan potensi serta prediksi tantangan dan peluang pada masa yang akan datang.

Berdasarkan makna tersebut maka visi Biro Administrasi Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur adalah :

Terwujudnya perumusanKebijakandan koordinasi dalam rangka pengelolaan sumber daya alam di Provinsi Jawa Timur”.

 

 

 

1.2        Misi

Dalam rangka mewujudkan visi pemanfaatan pengelolaan sumber daya alam tersebut, maka perlu dirumuskan misi yang dapat menggerakkan dan mewujudkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai melalui berbagai upaya dalam pelaksanaannya, sebagai berikut :

“Meningkatkan koordinasi serta fasilitasi pengelolaansumberdaya alamdengan Instansi terkait”.

 

1.3         Tujuan

Dalam mewujudkan visi dan misi Biro Administrasi Sumber Daya Alam, perlu ditentukan tujuan yang akan dihasilkan dalam jangka waktu sampai lima tahun mendatang, adalah sebagai berikut :

Meningkatkan sumberdaya alam termanfaatkan secara optimal

 

2.4       Sasaran

a.      Jumlah Rumusan Kebijakan Sumber Daya Alam;

b.      Jumlah Evaluasi kebijakan bidang Sumber Daya Alam

 

2.5     Analisis Strategi

Untuk mencapai tujauan dan sasaran dalam pemanfaatan sumber daya alam di wilayah Jawa Timur, dibutuhkan strategi dalam mencapai tujuan agar misi dan visi Biro Administrasi Sumber Daya Alam dapat diwujudkan.

Strategi mencapai tujuan tersebut didasarkan pada prinsip dan dasar pemanfaatan sumber daya alam yaitu :

·      Pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup diarahkan untuk pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan ;

·      Memanfaakan sumber daya alam berdasarkan pada kepentingan masyarakat untuk kemakmuran rakyat ;

·      Pembangunan diarahkan pada pemberantasan kemiskinan, kesetaraan sosial yang adil dan kualitas hidup sosial, lingkungan dan ekonomi yang tinggi ;

·      Kemampuan purifikasi alami dan daya dukung lingkungan pada suatu habitat lokasi, dijadikan pertimbangan utama untuk menetapkan peruntukannya ;

·      Pengelolaan sumber daya alam hayati dan non hayati untuk pembangunan wilayah, didasarkan atas kebutuhan yang wajar, terlanjutkan/sustainable, kemampuan daya dukung lingkungan, faktor alami lokal dan global, kekhasan dan keunikan habitat ;

·      Upaya-upaya perlindungan lingkungan dapat berakibat/dampak pada sektor-sektor tertentu dalam masyarakat namun di sisi lain menguntungkan sektor lainnya ;

·      Pengelolaan lingkungan hidup dalam pembangunan wilayah harus didasarkan pada kemampuan, kecocokan dan elastisitaas alami yang berorientasi pasa semangant kembali ke alam.

Penyusunan strategi pembangunan sumber daya alam melalui pemanfaatan sumberdaya perlu dilakukan identifikasi beberapa permasalahan maupun tantangan. Hasil identifikasi masalah ini akan digunakan untuk mendukung justifikasi penetapan tujuan, saran, kebijakan dan program sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.

Secara umum permasalahan dan tantangan pembangunan sumber daya alam meliputi lima hal sebagai berikut :

1.  Sumber daya manusia dan kualitasnya

a.  Konflik pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup ;

b.  Semakin usia produktif beraktifitas semakin tingginya persaingan dalam memanfaatkan sumber-sumber kehidupan.

 

2.  Kemampuan inovasi dan teknologi

a.  Pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan lestari ;

b.  Rendahnya kemampuan bioteknologi menjadi salah satu kendala kualitas komoditas yang dihasilkan.

3.  Reformasi dan desentralisasi

Meningkatnya partisipasi masyarakat yang menuntut pemerintahan yang lebih terbuka, bersih dan responsif, serta berubahnya tata kelembagaan diberbagai tingkat pemerintahan.

 

4.  Pengaruh global

a.  Semakin terbukanya pasar akhirnya mempengaruhi perubahan pranata sosial di masyarakat dan semakin sulit bagi pemerintah merumuskan dan melaksanakan program ;

b.  Mempengaruhi kebijakan pembangunan untuk memperhatikan adanya penurunan kualitas lingkungan ;

c.   Persaingan perdagangan internasional dengan komoditas yang berbasis sumber daya alam.

5.  Pengelolaan sumber daya alam tidak efisien

Ketidakpastian dan tumpangan tindih hak serta kewenangan atas sumber daya alam.

 

ppid
Informasi Laporan penyelenggaraan pem
Pusat data Pemprov Jatim
e Sakip
Transparansi pengelolaan Anggaran